• Home
  • Artikel
  • Panduan Praktis Pemasangan Guiding Block untuk Semua Jenis Material

Panduan Praktis Pemasangan Guiding Block untuk Semua Jenis Material

Urutan Pemasangan Guiding Block

Hingga saat ini, masih banyak yang menganggap kalau guiding block itu hanyalah pelengkap proyek. Tidak heran jika akhirnya tactile paving dipasang belakangan dan buru-buru, bahkan pemasangannya sering tidak mengikuti aturan yang benar. Padahal, sudah ada undang-undang dan fungsinya sangat vital.

Sebagai panduan navigasi bagi penyandang tuna netra di ruang publik.

Lantas bagaimana kalau terlanjur dan salah pasang?

Resiko yang harus dihadapi bukan cuma dari sisi estetika saja tapi kelayakan jalannya. Mulai dari blok bisa copot, permukaan jalan menjadi tidak ra, jalur yang membingungkan bagi pengguna hingga proyek bisa saja tidak lolos inspeksi aksesibilitas.

Tidak mau kan seperti itu?

Jadi, untuk Anda para kontraktor atau tukang yang masih bingung bagaimana cara memasang guiding block yang benar, ini panduan untuk Anda.

Mengapa Urutan Pemasangannya Penting?

Di Indonesia, pemasangan guiding block di fasilitas publik diatur dalam standar aksesibilitas nasional dan menjadi bagian dari persyaratan bangunan gedung publik, stasiun, bandara, hingga trotoar kota.

Lalu, mengapa urutan pemasangan itu penting?

  • Urutan yang salah bisa membuat permukaan tidak rata sehingga blok cepat lepas hingga posisinya miring.
  • Penggunaan adhesive yang tidak sesuai material menyebabkan daya rekat gagal dalam jangka pendek.
  • Jalur yang tidak direncanakan sebelum pemasangan menghasilkan pola yang membingungkan pengguna atau jalur yang tidak konsisten.
  • Proyek bisa gagal inspeksi jika tidak memenuhi standar teknis dan aksesibilitas.

Di sisi lain, material guiding block memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap cuaca, kelembaban hingga beban. Jadi, urutan hingga pemilihan bahan harus disesuaikan.

Kesalahan Umum Kontraktor Saat Memasang Guiding Block

Kesalahan Umum Kontraktor Saat Memasang Guiding Block

Sebelum pembahasan yang lebih jauh, ini adalah kesalahan di lapangan yang paling sering terjadi dan menyebabkan pekerjaan harus diulang:

  • Langsung pasang tanpa menandai jalur terlebih dahulu. Hasilnya jalur tidak konsisten dan membingungkan.
  • Menggunakan adhesive sembarangan. Perlu Anda tahu kalau adhesive ubin biasa tidak cocok untuk material karet atau PVC. Selalu gunakan adhesive sesuai rekomendasi material.
  • Melewati tahap persiapan permukaan. Blok yang dipasang di permukaan berdebu atau lembab pasti akan lepas dalam hitungan bulan.
  • Tidak memasang expansion gap pada material logam. Di iklim tropis seperti Indonesia, pemuaian termal bisa membuat blok stainless atau aluminium melengkung dan terangkat.
  • Mengabaikan pola directional vs warning block. Ini bukan soal estetika, tapi soal fungsi navigasi. Pola yang salah bisa menyesatkan pengguna tunanetra.
  • Tidak memberikan waktu curing yang cukup. Area yang dilintasi terlalu cepat bisa merusak ikatan adhesive sebelum benar-benar mengeras.

Lantas, harus bagaimana?

Hal pertama adalah Anda harus paham dulu karakteristik material guiding block sebelum Anda memilih.

Jenis-Jenis Guiding Block dan Karakteristiknya

Jenis Material Keunggulan Area Ideal
Ubin Tahan lama, cocok eksterior Trotoar, pedestrian outdoor
Keramik Estetis, mudah dibersihkan Pedestrian, mall, gedung publik
Stainless Steel> Kuat, anti-karat, presisi tinggi, bisa untuk di dalam dan luar ruangan Bandara, MRT,  area sekitar kolam renang, kamar mandi umum, area publik yang mengusung konsep premium
Aluminium Ringan, mudah dipasang, cocok untuk indoor eksterior Gedung bertingkat, koridor indoor, pedestrian
PVC Fleksibel, ekonomis, cocok di indoor Area sementara, bangunan kecil, area dalam bangunan
Karet Anti-selip, meredam benturan, cocok di indoor Rumah sakit,cocok di indoor,  sekolah, area sekitar kolam renang, kamar mandi umum
Komposit Kombinasi daya tahan & estetika Proyek skala besar, multifungsi dengan harga terjangkau

1. Guiding Block Ubin

Material ubin umumnya berbahan beton atau teraso dengan tekstur timbul yang dicetak langsung.

Bobotnya cukup berat dan permukaan cukup kasar sehingga sangat cocok untuk area outdoor seperti trotoar dan pedestrian jalan raya. Tahan terhadap paparan hujan, panas, dan beban lalu lintas tinggi.

2. Guiding Block Keramik

Guiding block keramik hadir dengan tampilan lebih rapi dan estetis. Permukaannya lebih halus dibanding ubin beton, namun tetap memiliki tekstur timbul yang jelas.

Banyak digunakan di interior bangunan publik seperti stasiun, bandara, dan pusat perbelanjaan karena tampilannya yang lebih bersih dan mudah dirawat. Namun, hindari penggunaan guiding block ini untuk area basah seperti di dekat kolam renang atau area yang sering terkena hujan.

3. Guiding Block Stainless Steel

Material stainless steel menawarkan ketahanan tinggi terhadap korosi, kelembapan, dan beban berat.

Presisi dimensinya sangat baik sehingga sering menjadi pilihan utama untuk proyek-proyek premium seperti MRT, bandara internasional, atau gedung perkantoran grade A.
Pemasangannya menggunakan sistem baut atau anchor, bukan adhesive.

4. Guiding Block Aluminium

Lebih ringan dari stainless steel namun tetap kokoh, aluminium cocok untuk pemasangan di koridor indoor, gedung bertingkat, atau area yang membutuhkan instalasi cepat.

Biasanya tersedia dalam sistem pemasangan mekanis (baut) atau perekat epoxy khusus logam.

5. Guiding Block PVC

Guiding block PVC adalah pilihan yang fleksibel dan ekonomis. Bobotnya ringan, mudah dipotong sesuai kebutuhan, dan bisa dipasang dengan sistem self-adhesive atau perekat khusus.

Cocok untuk bangunan dengan anggaran terbatas atau proyek yang bersifat sementara. Namun kurang ideal untuk area dengan beban lalu lintas tinggi atau paparan sinar matahari langsung jangka panjang.

6. Guiding Block Karet

Material karet unggul dalam hal keamanan: anti-selip, mampu meredam benturan, dan nyaman diinjak.

Sangat direkomendasikan untuk area basah, rumah sakit, sekolah, atau fasilitas yang banyak dilalui lansia dan anak-anak khususnya di area indoor. Pemasangannya menggunakan adhesive berbasis karet atau perekat kontak.

7. Guiding Block Komposit

Guiding block komposit menggabungkan beberapa material, biasanya campuran plastik daur ulang, serat kaca, atau beton polimer, untuk menghasilkan produk yang tahan lama sekaligus ringan.

Cocok untuk proyek skala kecil hingga besar dengan kebutuhan variatif. Metode pemasangannya tergantung pada spesifikasi produk masing-masing produsen.

Urutan Pemasangan Guiding Block yang Benar

Urutan Pemasangan Guiding Block yang Benar

Ada 6 tahapan utama dalam pemasangan tactile disabilitas.

Tahap 1: Perencanaan Jalur dan Pengukuran

Di tahapan awal ini sering diabaikan. Padahal, sebelum pemasangan, kontraktor harus melakukan hal berikut ini:

  • Mempelajari gambar kerja aksesibilitas dari arsitek atau konsultan terkait proyek yang akan dilakukan.
  • Menentukan titik awal dan titik akhir jalur guiding block.
    Menandai jalur di permukaan lantai menggunakan kapur atau lakban sementara.
  • Memastikan jalur tidak terputus, tidak berbelok tiba-tiba tanpa tanda warning block, dan tidak berakhir di area berbahaya.
  • Menyiapkan semua alat: meteran, waterpass, alat potong material, adhesive/angkur, dan alat pelindung diri.

Pastikan jalur guiding block selalu mengarah ke titik tujuan yang jelas, seperti pintu masuk, lift, atau area layanan. Jalur yang “menggantung” tanpa tujuan adalah kesalahan desain yang berbahaya.

Tahap 2: Persiapan Permukaan (Substrate)

Selain planning, area pemasangan guiding block juga harus diperhatikan dengan baik. Permukaan yang berdebu dan tidak bersih akan meningkatkan kegagalan pemasangan. Karena itu, persiapkan permukaan pemasangan tactile disabilitas.

Lakukan langkah berikut:

  • Bersihkan permukaan dari debu, minyak, cat, atau kotoran lain menggunakan sikat kawat atau mesin gerinda jika diperlukan.
  • Periksa kerataan permukaan dengan waterpass. Toleransi maksimum adalah 3 mm per 2 meter.
  • Perbaiki retak atau lubang dengan campuran mortar semen sebelum melanjutkan. Tunggu hingga benar-benar kering.
  • Untuk permukaan yang terlalu halus (misalnya plester aci), lakukan scarifying atau beri bonding agent agar adhesive menempel lebih kuat.
  • Pastikan permukaan dalam kondisi kering. Kelembaban berlebih akan merusak daya rekat hampir semua jenis adhesive.

Tahap 3: Pemasangan Sesuai Jenis Material

guiding block sesuai material

Pada dasarnya, pemasangan guiding block sesuai material itu seperti berikut ini.

1. Ubin & Keramik

  • Gunakan tile adhesive (AM atau setara) atau adukan semen-pasir dengan rasio 1:3.
  • Oleskan adhesive secara merata pada bagian belakang blok menggunakan trowel bergigi.
  • Pasang blok dengan menekan secara merata dan periksa kerataan menggunakan waterpass segera setelah pemasangan.
  • Isi nat (grout) setelah adhesive mengering minimal 24 jam.

2. Stainless Steel & Aluminium

  • Buat titik lubang bor sesuai pola anchor pada blok.
  • Pasang fisher/angkur ke dalam lubang, kemudian kencangkan baut dengan kunci torsi sesuai spesifikasi.
  • Gunakan sealant anti-air di sekeliling tepi blok untuk mencegah air masuk ke bawah material.
  • Pada area dengan suhu ekstrem, pastikan tersedia expansion gap minimal 1–2 mm antar blok.

3. PVC & Karet

  • Bersihkan kembali permukaan dengan alkohol atau primer khusus sesuai rekomendasi adhesive.
  • Oleskan contact adhesive atau epoxy ke permukaan lantai dan bagian belakang blok.
  • Tunggu hingga setengah kering (open time), lalu tempelkan blok dan tekan kuat menggunakan roller atau palu karet.
  • Untuk sistem self-adhesive, lepas pelindung dan tempelkan langsung dengan tekanan merata.

4. Komposit

Ikuti metode sesuai spesifikasi teknis dari produsen. Umumnya menggunakan kombinasi adhesive epoxy dan baut mekanis untuk memastikan kestabilan maksimal, terutama di area dengan lalu lintas tinggi.

Ada pula yang menggunakan sistem interlock yang pemasangannya menggunakan mortar atau tile adhesive dan interlock antar block.

Cara selengkapnya, cek alat dan tata cara pemasangan guiding block.

Tahap 4: Pengecekan Alignment dan Konsistensi Jalur

Setelah pemasangan blok per blok, lakukan pengecekan menyeluruh terhadap jalur yang sudah terpasang, seperti berikut ini:

  • Pastikan strip directional (garis panjang) menghadap ke arah yang benar sesuai jalur navigasi.
  • Warning block (pola titik/dot) hanya ditempatkan di titik perubahan arah, persimpangan, atau area bahaya, bukan di sepanjang jalur.
  • Periksa jarak antar blok: konsisten, tidak ada celah berlebihan atau tumpang tindih.
  • Cek kerataan permukaan blok yang sudah terpasang. Tidak boleh ada blok yang menonjol atau amblas.

Tahap 5: Finishing dan Curing

Di bagian tahap finishing ini, Anda perlu berhati-hati karena proses ini akan menentukan ketahanan pemasangan guiding block jangka panjang.

  • Guiding block keramik dan ubin: Bersihkan sisa adhesive atau grout sebelum mengeras menggunakan spons basah. Isi nat dengan grout warna kontras (umumnya kuning) agar jalur lebih terlihat jelas.
  • Material logam, seperti stainless steel dan aluminium: oleskan sealant di seluruh tepi blok. Bersihkan permukaan dari sidik jari atau bekas oli menggunakan cairan pembersih stainless.
  • Waktu curing: adhesive berbasis semen minimal 24–48 jam. Epoxy minimal 8–12 jam. Self-adhesive PVC/karet minimal 2–4 jam sebelum dilintasi.

Jadi, agar finishing pemasangan berjalan dengan baik, jangan lupa untuk memasang barikade atau rambu “Area dalam Perbaikan” untuk melindungi area selama proses curing.

Tahap 6: Inspeksi Akhir Sebelum Area Dibuka

Jika proses finishing dan curing selesai, lakukan checklist berikut ini untuk tahu apakah proses telah benar-benar selesai atau harus ada perbaikan.

Permukaan rata dan bebas dari retak atau tonjolan
Jalur guiding block sudah sesuai dengan gambar kerja / desain
Adhesive/angkur yang digunakan sudah sesuai jenis material
Alignment strip directional dan dot warning sudah benar
Ketinggian blok sudah konsisten relatif ke permukaan yang ada di sekitarnya
Tidak ada blok yang goyang, kopong, atau tidak merekat sempurna
Tidak ada drainase yang terhambat atau genangan air di sekitaran blok
Expansion joint sudah dipasang pada material logam, seperti stainless dan aluminium
Area sudah diberi proteksi dan curing selesai sebelum dibuka

Jika ada yang tidak lolos, maka segera lakukan perbaikan sebelum serah terima area. Jangan sampai ada laporan atau komplain dari pengguna setelah area dibuka.

Pemasangan Guiding Block Bukan Soal Seberapa Cepat

Pemasangan Guiding Block Bukan Soal Seberapa Cepat

Memasang guiding block yang benar bukan soal seberapa cepat pekerjaan selesai, tapi seberapa tepat setiap tahapnya dijalankan. Mulai dari perencanaan jalur, persiapan permukaan, pemilihan metode pemasangan sesuai material, hingga inspeksi akhir: setiap langkah punya peran yang tidak bisa dilewati. Semuanya vital.

Sebagai kontraktor, dengan memahami perbedaan teknis antar material adalah investasi kompetensi yang akan membuat pekerjaan Anda lebih efisien, minim rework, dan lolos inspeksi tanpa drama.

Jika Anda sedang mengerjakan proyek yang membutuhkan guiding block, baik ubin, keramik, stainless, aluminium, PVC, karet, maupun komposit, pastikan Anda memiliki material yang tepat, dari sumber yang terpercaya, dengan spesifikasi teknis yang lengkap.

Anda bisa menghubungi admin Tactiledisabilitas.com untuk pemilihan material yang lebih tepat dan bisa plus jasa pemasangannya.

Mau urutan pemasangan guiding block lebih tepat?

Perhatikan urutan pemasangannya, pilih material guiding block dan bisa plus jasa pemasangannya!

Artikel Lainnya

Guiding block indoor pada mall modern dengan desain estetik

Pernah ngerasa kalau guiding block di mall terlihat terlalu mencolok dan kurang menyatu dengan desain interior? Padahal, ...

Guiding block pada area stasiun kereta untuk aksesibilitas disabilitas

Pernah terpikir bagaimana penyandang tunanetra bisa berjalan aman di tengah ramainya stasiun kereta? Karena itu, fasilitas aksesibilitas ...

Panduan Teknis Cara Pemasangan Guiding Block sesuai Material

Sebelumnya, sudah jelas bagaimana urutan pemasangan guiding block yang tepat. Namun, pertanyaannya, bagaimana cara pemasangan guiding block ...

Perawatan dan pemeliharaan guiding block pada area pedestrian agar tetap aman digunakan

Pernahkah Anda melihat guiding block mulai retak, terlepas, atau permukaannya menjadi licin? Kalau dibiarkan, kondisi ini bukan ...

Kami adalah perusahaan penyedia produk tactile berkualitas yang mendukung aksesibilitas dan keselamatan fasilitas publik. Tactile kami dirancang sesuai standar, kuat, presisi, dan tahan lama untuk berbagai kebutuhan proyek.

Copyright ©Tactile Disabilitas
by Futake Indonesia