Sebelumnya, sudah jelas bagaimana urutan pemasangan guiding block yang tepat. Namun, pertanyaannya, bagaimana cara pemasangan guiding block yang lebih lengkap sesuai dengan jenis materialnya?
Perlu Anda pahami, jika cara pemasangan, standar geometris hingga ukuran tenisnya sudah secara spesifik diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) No 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bagunan Gedung.
Secara spesifik, bisa Anda temukan di informasi berikut ini. Jadi, jangan dilewatkan ya!
Poin Teknis Pemasangan sesuai Permen PUPR No 14 Th 2017

Ada 3 poin penting yang harus Anda pahami, yaitu standar polanya, area yang dipasangi guiding block dan syarat teknis pemasangan dan material.
1. Standar Pola dan Arti Tekstur
- Pola Garis (Line/Go)
Memiliki pola atau motif garis lurus yang menonjol searah jalur. Fungsinya adalah sebagai ubin pengarah dan menunjukkan bahwa pejalan kaki bisa terus berjalan dengan aman.
- Pola Titik/Bulat (Dot/Stop)
Mempunyai pola atau motif bulatan kecil yang timbul. Fungsinya adalah sebagai ubin peringatan untuk memberikan sinyal waspada, berhenti, bahaya, perubahan arah hingga transisi ketinggian lantai.
2. Area Pemasangan
Setidaknya ada 4 area yang wajib dipasangi guiding block, yaitu:
- Sepanjang jalur pedestrian atau trotoar umum
- Depan jalur lalu lintas kendaraan, misalnya di area sebelum zebra cross
- Di depan pintu masuk atau keluar menuju ke tempat landai (ramp), tangga, fasilitas persilangan yang mempunyai perbedaan ketinggian lantai
- Depan pintu masuk dan keluar bangunan gedung kepentingan umum atau layanan umum seperti terminal, bandara, stasiun
3. Syarat Teknis Material dan Pemasangan
- Warna kontras dengan lantai atau area trotoar sekitarnya
- Bebas hambatan, artinya harus dipasang konsisten, lurus, tidak terputus dan tidak terhalang benda seperti tiang listrik, pohon.
- Material non-slip saat dilewati.
Setelah Anda memahami poin-poin di atas dan urutan pemasangannya, maka pahami juga cara pemasangannya.
Cara Pemasangan Guiding Block Berdasarkan Material

Mengapa pemasangannya harus sesuai material? Ini karena masing-masing material memiliki karakteristik yang berbeda. Mulai dari koefisien muai panas, berat jenis, daya serap air hingga kompatibilitas jenis adhesive tertentu.
Sayangnya, tidak sedikit kontraktor yang masih menggunakan 1 jenis adhesive untuk semua material taktil. Akibatnya, hasilnya tidak optimal dan bisa menyebabkan kegagalan struktural dalam jangka waktu singkat.
1. Guiding Block Ubin

Jenis guiding block ubin umumnya digunakan di trotoar yang ada di Indonesia. Bobot relatif berat sekitar 3-6 kg per blok. Dengan berat tersebut, jenis tactile block ini mampu memberikan stabilitas yang alami. Namun, untuk pemasangannya, area harus benar-benar solid.
Untuk pemasangan luar ruangan, gunakan tile adhesive tipe exterior.
Alat dan Bahan
| Alat / Bahan | Keterangan |
| Semen Portland | Tipe I atau PCC, untuk campuran mortar |
| Pasir halus | Lolos ayakan 4 mm, bebas lumpur |
| Tile adhesive | Alternatif mortar; pilih tipe S atau tipe yang sesuai outdoor |
| Air bersih | Bebas minyak dan kontaminan |
| Trowel bergigi (notched trowel) | Ukuran gigi 6–10 mm sesuai ukuran blok |
| Waterpass / jidar aluminium | Minimal panjang 1,2 meter untuk cek kerataan |
| Palu karet | Untuk mengetuk dan meratakan blok saat dipasang |
| Meteran dan kapur / chalk line | Untuk menandai jalur pemasangan |
| Grout / nat semen | Warna kuning sesuai standar aksesibilitas |
| Spons dan ember air | Untuk membersihkan sisa adhesive sebelum mengeras |
| APD lengkap | Sarung tangan, kacamata, sepatu safety |
Langkah Pemasangan:
- Basahi permukaan lantai (substrate) secukupnya menggunakan air bersih. Kondisi substrate yang terlalu kering akan menyerap air dari campuran mortar secara cepat sehingga mengurangi kekuatan ikatan. Istilah teknisnya adalah kondisi SSD (Saturated Surface Dry), yaitu basah di permukaan tapi tidak ada genangan.
- Jika suhu di atas 35 derajat celcius, lakukan pemasangan di pagi/sore hari agar mortar tidak mengering terlalu cepat, bahkan sebelum blok terpasang.
- Buat campuran mortar dengan rasio semen : pasir = 1 : 3 (volume). Tambahkan air sedikit demi sedikit hingga konsistensi campuran cukup plastis, tidak terlalu encer dan tidak terlalu kering. Uji konsistensi: campuran yang ideal bisa dibentuk menjadi bola tanpa langsung hancur namun tetap meninggalkan bekas cetakan jari.
- Gunakan tile adhesive exterior (waterproof) untuk pemasangan di outdoor.
- Jika menggunakan tile adhesive sebagai pengganti mortar: campur adhesive dengan air sesuai petunjuk produsen. Umumnya rasio air adalah 25–30% dari berat adhesive. Aduk selama minimal 3 menit hingga homogen dan tidak ada gumpalan.
- Oleskan mortar atau tile adhesive pada bagian belakang guiding block menggunakan trowel bergigi. Pastikan seluruh permukaan belakang terlapisi merata, tidak ada area yang kosong (void). Ketebalan lapisan adhesive berkisar antara 8–12 mm sebelum blok ditekan.
- Letakkan guiding block secara hati-hati tepat pada posisi jalur yang sudah ditandai. Tekan ke bawah secara merata menggunakan telapak tangan, lalu ketuk perlahan menggunakan palu karet untuk memastikan kontak penuh antara adhesive dan substrate.
- Periksa kerataan blok segera setelah pemasangan menggunakan waterpass. Toleransi maksimum: 2 mm per blok. Jika blok terlalu tinggi, ketuk lebih keras. Jika terlalu rendah, angkat dan tambahkan campuran mortar.
- Ulangi proses untuk blok berikutnya. Jaga konsistensi jarak antar blok: gunakan spacer tile atau potongan kayu tipis sebagai pembatas untuk menjaga keseragaman lebar nat.
- Setelah seluruh jalur terpasang, tunggu minimal 24 jam sebelum proses grouting. Selama periode ini, hindari menginjak area yang baru dipasang.
- Isi celah antar blok dengan grout warna kuning menggunakan rubber float. Pastikan grout masuk ke seluruh celah tanpa ada rongga. Bersihkan sisa grout dari permukaan blok dengan spons basah sebelum mengeras.
- Lakukan curing selama minimal 48–72 jam sebelum area dibuka untuk lalu lintas pejalan kaki. Untuk area dengan beban berat, perpanjang curing hingga 7 hari.
Hal yang Perlu diperhatikan adalah,
Jangan memasang guiding block ubin di atas permukaan yang baru dicor dalam waktu kurang dari 28 hari. Ini karena beton belum sepenuhnya curing dan akan menyerap air dari mortar sehingga bisa melemahkan ikatan.
2. Guiding Block Keramik
Jenis tactile disabilitas ini memiliki permukaan yang lebih halus daripada ubin beton. Karakteristik lainnya adalah:
- Tingkat penyerapan air yang lebih rendah bahkan ada yang near zero absorption
- Dimensi lebih presisi.
Karena karakteristik tersebutlah, penggunaan mortar semen konvensional tidak direkomendasikan. Opsinya adalah menggunakan tile adhesive polimer (cementitious polymer-modified adhesive).
Kenapa? Ini karena jenis tile adhesive polymer memiliki daya rekat yang lebih baik untuk permukaan non-porous.
Ingat, untuk proyek area outdoor atau yang rawan basah, pilih tile adhesive tipe S1 atau S2. Alasannya, karena adhesive fleksibel/deformable ini mampu menyesuaikan dengan pergerakan termal agar keramik tidak terangkat dan retak.
Selain itu, pastikan apakah adhesive sudah menutup 80% permukaan belakang blok dengan cara mengangkat 1 blok uji coba setelah dipasang. Apabila coverage kurang dari 80% maka tambahkan ketebalan adhesive atau perbaiki teknik pengaplikasiannya.
Jika pemasangan di area yang sangat lembab atau terkena bahan kimia, gunakan jenis grout berbahan epoxy. Ini karena jenis grout tersebut memiliki daya tahan yang jauh lebih tinggi daripada grout semen biasa.
Alat dan Bahan
| Alat / Bahan | Keterangan |
| Tile adhesive tipe C2 atau S1/S2 | Polimer modified; tipe S untuk area yang membutuhkan fleksibilitas (outdoor, area basah) |
| Air bersih | Untuk mencampur adhesive |
| Trowel bergigi 6 mm | Ukuran gigi disesuaikan dengan ukuran blok keramik |
| Waterpass presisi | Keramik lebih sensitif terhadap perbedaan level antar blok |
| Palu karet halus | Hindari menggunakan palu besi langsung ke permukaan keramik |
| Tile spacer | Untuk menjaga keseragaman lebar nat |
| Grout anti-jamur (anti-fungal grout) | Khusus untuk area dengan kelembapan tinggi |
| Penggaris siku (square) | Untuk memastikan kelurusan sudut pemasangan |
| Kain bersih dan alkohol | Membersihkan permukaan keramik sebelum pemasangan |
Langkah-langkah Pemasangan
- Bersihkan dulu bagian belakang guiding block keramik menggunakan kain yang dibasahi alkohol. Cara ini dilakukan untuk menghilangkan debu pabrik, lapisan release agent, atau minyak yang dapat menghambat adhesi.
- Campurkan tile adhesive tipe C2 dengan air sesuai petunjuk pabrik. Dalam pencampurannya, Anda bisa menggunakan mixer drill kecepatan rendah agar hasil pencampurannya lebih homogen. Diamkan 5 menit (slaking time) setelah pencampuran, lalu aduk kembali sebelum digunakan.
- Oleskan adhesive pada substrate (lantai) menggunakan trowel datar terlebih dahulu (back buttering pada substrate). Lalu sisir dengan trowel bergigi membentuk alur seragam dengan sudut trowel sekitar 45°.
- Lakukan juga back buttering pada bagian belakang guiding block keramik, lalu oleskan adhesive tipis dan rata. Teknik double buttering ini sangat penting untuk keramik untuk memastikan tidak ada void di antara blok dan substrate.
- Tempelkan blok keramik ke posisi yang sudah ditandai. Tekan dan putar sedikit (±5°) secara horizontal untuk memastikan adhesive menyebar merata dan menghilangkan kantong udara. Setelah itu, kembalikan ke posisi lurus.
- Ketuk-ketuk permukaan dengan palu karet ringan dan periksa level menggunakan waterpass. Keramik lebih presisi dimensinya sehingga toleransi level antar blok sebaiknya tidak lebih dari 1 mm.
- Pasang tile spacer di setiap sudut blok sebelum melanjutkan ke blok berikutnya. Cara Ini dapat menjaga konsistensi lebar nat di seluruh jalur.
- Tunggu adhesive mengering minimal 24 jam. Jadi, jangan berjalan di atas keramik sebelum adhesive set sempurna.
- Lepaskan tile spacer, lalu aplikasikan grout menggunakan rubber float dengan gerakan diagonal terhadap nat untuk memastikan grout bisa masuk sempurna.
- Bersihkan sisa grout dari permukaan keramik sebelum mengeras (dalam 15–20 menit) menggunakan spons lembab. Jika grout sudah mengeras, gunakan cairan pembersih grout haze sesuai rekomendasi produsen.
3. Guiding Block Stainless Steel

Taktil disabilitas bahan stainless steel seperti yang ada di Tactiledisabilitas.com saat ini cukup booming dan digunakan di area dalam ataupun luar ruangan.
Secara mekanis, pemasangannya, menggunakan sistem baut dan angkur. Alasannya karena material logam mempunyai sifat pemuaian termal yang lebih besar daripada keramik atau beton.
Jika dipasang menggunakan adhesive tanpa expansion gap, blok bisa melengkung, terangkat bahkan merusak substrat saat terjadi perubahan suhu yang drastis.
Sebelum itu, perhatikan spesifikasi expansion gap pemasangan guiding block disabilitas bahan stainless steel.
| Kondisi | Expansion Gap yang Disarankan |
| Area outdoor terbuka (full sun) | 1,5 – 2,0 mm antar blok |
| Area semi-outdoor (atap tapi tanpa dinding) | 1,0 – 1,5 mm antar blok |
| Area indoor (AC / suhu terkontrol) | 0,5 – 1,0 mm antar blok |
| Sambungan ke material lain (beton, keramik) | 2,0 – 3,0 mm (expansion joint) |
Perlu diperhatikan jika memasang guiding block stainless steel tanpa expansion gap di area beriklim tropis seperti di Indonesia yang umumnya memiliki suhu harian 15-25 derajat celcius dapat menyebabkan pemuaian serta penyusutan logam berulang.
Anchor yang digunakan pilih yang bahannya stainless steel, bukan bahan galvanis biasa. Tujuannya untuk menghindari galvanic corrosion antara badan blok stainless dan anchor baja karbon. Jika terjadi, maka kontaminasi karat bisa melemahkan cengkeraman dan merusak tampilan blok.
Jika pemasangan di area dengan lalu lintas kendaraan, maka Anda wajib berkonsultasi dengan engineer struktur. Tujuannya untuk memastikan apakah substrate dan sistem anchor mampu menahan beban dinamis yang jauh lebih besar.
Alat dan Bahan
| Alat / Bahan | Keterangan |
| Bor beton (hammer drill) | Dengan mata bor ukuran sesuai diameter anchor |
| Anchor/fisher baja | Tipe M6 atau M8, tergantung spesifikasi blok; pilih material stainless untuk anti-karat |
| Baut stainless steel | Sesuai ukuran anchor; panjang disesuaikan ketebalan blok + kedalaman anchor |
| Kunci torsi (torque wrench) | Untuk mengencangkan baut sesuai torsi yang disyaratkan |
| Mata bor sesuai anchor | Diameter tepat; bor yang terlalu besar membuat anchor longgar |
| Vacuum cleaner/blower | Membersihkan debu dari lubang bor sebelum anchor dipasang |
| Sealant polyurethane/silikon | Tipe netral, untuk menutup tepi blok dari infiltrasi air |
| Level laser/waterpass | Untuk akurasi posisi dan kerataan blok |
| Penanda (marker) baja | Menandai titik bor pada substrate |
| APD lengkap | Termasuk pelindung telinga saat pengeboran |
Langkah Pemasangan
- Posisikan guiding block stainless steel tepat pada lokasi yang sudah ditandai. Gunakan level laser atau waterpass untuk memastikan blok rata dan sejajar dengan blok lain dalam jalur.
- Tandai posisi lubang baut pada substrate melalui lubang yang sudah tersedia di badan blok menggunakan marker atau penanda baja. Angkat blok dan periksa apakah semua titik penanda sudah jelas terlihat.
- Bor substrate pada titik yang sudah ditandai menggunakan hammer drill. Kedalaman lubang harus lebih dalam 5–10 mm dari panjang anchor yang akan digunakan. Contoh: jika anchor 50 mm, maka bor sedalam 55–60 mm.
- Bersihkan lubang dari debu beton menggunakan vacuum cleaner atau blower udara bertekanan. Debu yang tertinggal akan mengurangi daya cengkeram anchor secara signifikan dan sayangnya, ini sangat sering dilewati.
- Masukkan anchor ke dalam lubang. Untuk:
- Chemical anchor/resin anchor: suntikkan resin ke dalam lubang terlebih dahulu, masukkan anchor rod, tunggu sesuai waktu curing resin (biasanya 15–30 menit).
- Mechanical anchor (expansion anchor): pukul dengan palu hingga posisi anchor rata dengan permukaan substrate.
- Posisikan kembali guiding block stainless steel di atas anchor yang sudah terpasang. Masukkan baut melalui lubang di badan blok.
- Kencangkan baut menggunakan kunci torsi. Torsi pengencangan umumnya tercantum dalam spesifikasi teknis blok. Jangan mengencangkan lebih dari yang disyaratkan karena bisa merusak thread anchor atau substrate.
- Periksa kembali kerataan blok setelah pengencangan. Ini karena terkadang proses pengencangan bisa sedikit menggeser posisi blok. Jika ada blok yang tidak rata, longgarkan baut, sesuaikan, lalu kencangkan kembali.
- Aplikasikan sealant polyurethane di seluruh tepi blok menggunakan sealant gun. Buat garis sealant yang rapi dan merata untuk mencegah air masuk ke bawah blok yang bisa menyebabkan korosi pada baut dan anchor.
- Rapikan sealant menggunakan jari yang sudah dibasahi air atau alat finishing sealant. Agar lebih rapi, pasang masking tape di kedua sisi tepi blok sebelum mengaplikasikan sealant, lalu cabut tape sebelum sealant mengering.
4. Guiding Block Aluminium

Sama-sama dari material logam, guiding block aluminium lebih ringan daripada guiding block stainless steel. Ini karena aluminium memiliki densitas sekitar ±2,7 g/cm³ dan stainless steel memiliki densitas sekitar ±8 g/cm³.
Alhasil, tactile aluminium lebih mudah dipasang secara manual tanpa menggunakan alat berat. Untuk pemasangannya, bisa menggunakan baut atau adhesive epoxy terutama di area yang memang tidak memungkinkan untuk pengeboran substrate.
Metode Pemasangan Mekanis dengan Baut
Cara pemasangan dengan baut cocok untuk:
- Area dengan lalu lintas tinggi
- Outdoor yang sering terpapar panas yang ekstrem
Proyek yang membutuhkan kemudahan untuk bongkar pasang di masa depan
Umumnya, pemasangan dengan baut sama dengan cara pemasangan guiding block stainless steel. Bedanya adalah:
- Gunakan baut aluminium atau baut baja tahan karat (A2 grade minimum). Hindari baut besi biasa yang bisa menyebabkan bimetallic corrosion (korosi galvanik) saat bersentuhan dengan aluminium.
- Torsi pengencangan harus lebih rendah daripada stainless steel karena aluminium lebih lunak dan mudah stripped (rusak thread). Referensi torsi: M6 sekitar 5–7 Nm, M8 sekitar 10–13 Nm.
- Expansion gap tetap diperlukan tapi bisa sedikit lebih kecil dari stainless: 1,0–1,5 mm untuk outdoor, 0,5–1,0 mm untuk indoor.
Metode Pemasangan dengan Epoxy Adhesive
Cara pemasangan ini cocok untuk:
- Area indoor dengan lantai existing yang memang tak boleh dilubangi
- Area yang sebelumnya ada instalasi tersembunyi di bawahnya
- Tempat dengan estetika tinggi yang tidak menginginkan atau memperbolehkan adanya kepala baut yang terlihat.
Cara pemasangannya, yaitu:
- Amplas bagian belakang blok aluminium menggunakan amplas grit 80–120 untuk memberikan kekasaran permukaan. Permukaan aluminium yang terlalu halus memiliki adhesi yang buruk terhadap epoxy.
- Bersihkan bagian belakang blok dan permukaan substrate menggunakan aseton atau IPA (isopropyl alcohol). Tunggu hingga benar-benar kering sebelum mengaplikasikan epoxy, minimal 5 menit.
- Siapkan epoxy dua komponen (resin + hardener). Campur dengan rasio yang tepat sesuai petunjuk pabrik, biasanya 1:1 atau 2:1 berdasarkan berat atau volume. Waktu pot life (masa kerja) epoxy biasanya 20–40 menit tergantung suhu.
- Oleskan epoxy secara merata pada bagian belakang blok aluminium. Pastikan seluruh permukaan terlapisi dengan coverage minimal 90% dari luas permukaan blok.
- Tekan blok ke posisi yang sudah ditandai dengan tekanan merata. Tahan atau clamp selama minimal 15–30 menit (open time) sebelum dilepas.
- Bersihkan epoxy yang meluber ke tepi blok menggunakan aseton sebelum mengeras. Epoxy yang sudah mengeras sangat sulit dibersihkan.
- Waktu full cure epoxy adalah sekitar 24 jam pada suhu ruang (25°C). Jangan membebani blok sebelum epoxy mencapai full cure.
Lantas, bisakah menggunakan cara kombinasi antara adhesive epoxy dan baut?
Bisa. Cara ini dilakukan untuk pemasangan guiding block aluminium di area kritis. Adhesive epoxy digunakan sebagai lapisan adhesi tambahan sedangkan baut untuk pengaman mekanis.
5. Guiding Block PVC

Untuk area indoor atau semi indoor seperti teras yang tidak sering dilewati beban berat seperti troli atau gerobak, Anda bisa menggunakan block PVC. Material ini paling fleksibel dari sisi pemasangannya dan bisa Anda potong dengan cutter atau gergaji.
Untuk pemasangan, Anda bisa menggunakan:
- Contact adhesive terpisah
- Sistem self-adhesive yang sudah dilengkapi dengan double-side tape industri di area belakang.
Jika persiapan pemasangan kurang baik misalnya ada debu, minyak hingga areanya terlalu lembab, maka adhesive kurang bekerja dengan baik.
Pemasangan PVC di area dengan suhu lantai di atas 60 derajat celcius atau terkena sinar matahari langsung dapat membuat material melunak, kehilangan bentuk dan elastisitas.
Metode Contact Adhesive
| Alat / Bahan | Keterangan |
| Contact adhesive (lem kontak) | Pilih yang kompatibel dengan PVC; contoh: Aica Aibon, UHU Contact, atau setara |
| Kuas atau roller kecil | Untuk mengaplikasikan adhesive secara merata |
| Alkohol / aseton | Pembersih permukaan sebelum pemasangan |
| Kain lap bersih | Tidak berbulu (lint-free) |
| Roller tangan (hand roller) | Untuk menekan blok setelah ditempel agar adhesive merata |
| Pisau cutter / gergaji halus | Untuk memotong blok PVC jika diperlukan |
Caranya:
- Bersihkan substrate secara menyeluruh menggunakan kain yang dibasahi alkohol. Biarkan mengering sempurna, minimal 10 menit. Pada permukaan berdebu, sapu dan vacuum terlebih dahulu.
- Jika substrate adalah keramik glazed atau beton yang sangat halus, aplikasikan primer PVC/contact adhesive primer menggunakan kain tipis. Primer meningkatkan adhesi secara signifikan pada permukaan non-porous.
- Oleskan contact adhesive secara merata pada bagian belakang blok PVC menggunakan kuas. Ketebalan lapisan tipis tapi merata, hindari terlalu tebal karena akan meluber.
- Oleskan juga contact adhesive pada permukaan substrate di area yang akan dipasang blok.
- Tunggu kedua permukaan hingga adhesive mencapai kondisi ‘tack dry’ (setengah kering/sticky tapi tidak basah). Cara mengecek: sentuh adhesive dengan buku jari, jika terasa lengket tapi tidak meninggalkan bekas di jari, sudah siap. Waktu tunggu umumnya 5–15 menit tergantung suhu dan ventilasi ruangan.
- Posisikan blok dengan hati-hati tepat di atas substrate, sekali kedua permukaan bersentuhan, tidak bisa dipindahkan lagi (contact adhesive langsung berikatan). Mulai dari salah satu ujung blok, tempelkan secara bertahap seperti menempelkan stiker.
- Tekan kuat menggunakan hand roller dari tengah ke tepi untuk mengeluarkan kantong udara dan memastikan kontak penuh. Berikan tekanan minimal 10 kg/cm² secara merata.
- Biarkan minimal 2 jam sebelum area dilintasi. Kekuatan penuh adhesive tercapai setelah 24 jam.
Metode Self-Adhesive
Jika, guiding block PVC sudah dilengkapi double-sided tape industri (umumnya 3M VHB atau setara) di bagian belakang maka metode self-adhesive adalah cara yang tepat.
Sayangnya, jenis guiding block pvc dengan double-side tape industri masih sangat jarang ditemui di Indonesia.
Cara pemasangannya lebih mudah namun tetap membutuhkan persiapan permukaan yang baik:
- Bersihkan substrate dengan alkohol dan biarkan kering sempurna.
- Jangan melepas seluruh pelindung tape sekaligus. Lepas sebagian kecil di salah satu sudut dulu.
- Posisikan blok pada jalur yang sudah ditandai menggunakan bagian yang pelindungnya sudah dilepas sebagai anchor awal.
- Setelah posisi dipastikan benar, tekan sudut tersebut kuat ke substrate. Kemudian tarik pelindung tape secara bertahap sambil menekan bagian blok yang sudah terlepas pelindungnya ke substrate.
- Tekan seluruh permukaan blok menggunakan hand roller dengan tekanan kuat dan merata.
- Khusus self-adhesive tape VHB: kekuatan penuh baru tercapai setelah 72 jam. Jadi, hindari area terkena air selama periode ini.
6. Guiding Block Karet

Guiding block karet hampir sama dengan PVC karena lentur. Bedanya, material ini memiliki tingkat kelenturan yang lebih tinggi dan bisa mengikuti ketidakrataan permukaan substrate hingga batas tertentu.
Suhu ideal pemasangan adalah 18-30 derajat celcius. Di bawah 15 derajat celcius bisa menyebabkan adhesive kental dan susah diaplikasikan. Sebaliknya, di atas 35 derajat celcius, open time menjadi sangat singkat dan adhesive bisa mengeras sebelum blok sempat dipasang.
Sayangnya, pilihan adhesive cukup rumit karena tidak semua adhesive cocok dengan material karet. Untuk area yang sering terkena pembersih kimia, misalnya di rumah sakit, pilih jenis adhesive chemical resistance yang cocok dengan jenis pembersih yang digunakan.
Taktil karet cocok untuk area dengan tingkat kenyamanan dan keamanan yang tinggi, seperti di area interior:
- Rumah sakit
- Panti jompo
- Sekolah
- Area bermain anak
- Area dengan resiko terpeleset yang tinggi
Alat dan Bahan
| Alat / Bahan | Keterangan |
| Neoprene contact adhesive | Atau adhesive khusus rubber flooring; jangan pakai lem PVC biasa |
| Trowel atau kuas roller 4 inci | Untuk aplikasi adhesive ke substrate luas |
| Kain lap bersih dan pelarut | MEK (methyl ethyl ketone) atau aseton untuk cleaning |
| Hand roller berat | Minimal berat 45 kg; atau gunakan roller yang diberi beban tambahan |
| Chalk line / tali kapur | Untuk menandai jalur dengan presisi |
| Pisau utility / cutter besar | Untuk memotong karet jika diperlukan |
| Primer karet | Meningkatkan adhesi pada substrate yang keras atau non-porous |
Langkah Pemasangan
- Bersihkan substrate dari segala jenis kontaminan. Gunakan vacuum, lalu lap dengan kain yang dibasahi pelarut (MEK atau aseton). Biarkan mengering minimal 30 menit, pelarut yang masih tersisa bisa bereaksi negatif dengan adhesive.
- Aplikasikan primer karet pada substrate menggunakan kuas, terutama jika substrate adalah beton yang sangat keras, keramik glazed, atau material non-porous lainnya. Primer akan membantu ‘membuka’ permukaan agar adhesive bisa masuk ke pori-pori mikro. Biarkan primer mengering sesuai petunjuk pabrik (biasanya 15–30 menit).
- Oleskan neoprene contact adhesive ke substrate dan bagian belakang blok karetmenggunakan trowel atau roller secara merata dan konsisten. Ketebalan lapisan harus seragam dan hindari penumpukan adhesive di satu titik.
- Tunggu open time sesuai petunjuk adhesive, biasanya 10–20 menit di suhu ruang. Cek kesiapan dengan cara yang sama seperti PVC: sentuh dengan buku jari, jika terasa sticky tapi tidak meninggalkan bekas, siap ditempel.
- Posisikan blok karet dari salah satu ujung jalur. Karet lebih sulit diposisikan ulang dibanding material lain karena cenderung ‘menarik’ ke substrate segera setelah kontak.
- Tekan blok menggunakan hand roller berat. Berikan tekanan setinggi mungkin. Roll dari tengah ke tepi, ulangi minimal 2–3 kali dari arah berbeda untuk memastikan kontak sempurna di seluruh permukaan.
- Jika ada tepian blok yang tidak menempel sempurna, tempel masking tape sementara di atas tepi tersebut untuk menahannya selama proses curing.
- Biarkan minimal 4–6 jam sebelum area dilintasi. Kekuatan penuh adhesive karet tercapai setelah 24–48 jam. Untuk area dengan lalu lintas tinggi, tunda pembukaan area hingga 48 jam.
7. Guiding Block Komposit

Material komposit tergantung dari produsen. Beberapa di antaranya:
- Berbasis polimer + serat kaca (GRP/GFRP),
- Berbasis plastik daur ulang + beton polimer
- Menggunakan campuran aluminium + karet.
Karena variasi tersebutlah, tidak ada satu metode pemasangan yang berlaku universal untuk semua produk komposit.
Material komposit polimer memiliki blok yang lebih ringan daripada ubin beton konvensional. Walaupun begitu, guiding block dari material ini masih bisa menahan beban lalu lintas yang sedang baik di dalam ataupun luar ruangan.
Untuk jenis guiding block komposit di tactiledisabilitas.com yang memiliki fitur interlock untuk penguncian mekanis sehingga guiding block tetap stay misalnya karena pergerakan tanah/siklus basah-kering.
Gunakan adhesive yang direkomendasikan produsen, material komposit sering memiliki permukaan yang tidak kompatibel dengan adhesive generik.
Misalnya, epoxy adhesive yang diaplikasikan di bagian frame bawah blok, baik tepi ataupun rusuk yang menyentuh substrate. Fungsinya adalah untuk menjaga blok agar tidak terangkat. Sebagai tambahan, sistem interlock dapat mencegah pergeseran lateral sepanjang jalur.
Rongga yang tak terisi bukan jadi soal, jika:
- Epoxy diaplikasikan merata di seluruh frame bawah blok
- Coverage minimal sekitar 80-85% di bidang kontak aktif.
- Tap test setelah curing dan menunjukkan bunyi solid.
Sebaliknya, ruang drainase mikro mencegah akumulasi air di bawah blok yang dapat melemahkan mortar jika Anda menggunakannya.
Alat dan Bahan
| Alat / Bahan | Keterangan |
| Epoxy adhesive 2 komponen (2K) | Tipe struktural; pot life min. 20 menit; contoh: Sika Anchor Fix, Fischer Injection, atau setara |
| Mixing nozzle / wadah aduk | Untuk mencampur resin + hardener secara merata sebelum diaplikasikan |
| Trowel bergigi 6 mm | Ideal untuk luas permukaan 30×30 cm; distribusi adhesive merata |
| Trowel rata (margin trowel) | Untuk aplikasi adhesive awal sebelum disisir bergigi |
| Palu karet sedang | Untuk mengunci slot interlock — jangan gunakan palu besi |
| Waterpass 60 cm | Cek level per blok dan per 3 blok |
| Jidar aluminium 1 meter | Cek kerataan keseluruhan jalur secara berkala |
| Chalk line / benang kapur | Menandai batas kiri dan kanan jalur sepanjang 30 cm |
| Aseton / IPA (isopropyl alcohol) | Pembersih substrate dan bagian belakang blok sebelum pemasangan |
| Kain lap lint-free | Tidak berbulu; untuk proses cleaning |
| Sealant polyurethane netral | Menutup tepi kiri-kanan jalur (batas blok dan lantai sekitar) |
| Rubber float | Untuk grouting slot sisi terluar |
| Grout semen warna kuning | Mengisi slot sisi terluar yang tidak tersambung ke blok lain |
| Masking tape | Melindungi tepi blok saat aplikasi sealant |
| APD lengkap | Sarung tangan nitrile (epoxy bisa iritan), kacamata, sepatu safety |
Langkah Pemasangan
Pastikan area jalur sudah bebas dari debu dan partikel lepas lainnya. Setelah itu, lakukan dry lay (penyusunan kering tanpa adhesive) sepanjang jalur penuh.
Tujuannya untuk memastikan jumlah blok cukup, identifikasi awal ada tidak blok yang harus dipotong, memverifikasi slot interlock kompatibel dan mendeteksi blok yang cacat produksi.
Kemudian, lakukan 7 tahapan berikut:
- Langkah 1 — Persiapan Epoxy
Campurkan resin dan hardener sesuai rasio pada kemasan (umumnya 1:1 atau 2:1). Aduk 2–3 menit sampai warnanya benar-benar homogen. Campuran yang belum rata akan menghasilkan curing yang tidak sempurna.
Siapkan dalam jumlah kecil karena di cuaca panas Indonesia, pot life bisa lebih pendek dari yang tertera di kemasan.
- Langkah 2 — Aplikasi Epoxy ke Substrate
Oleskan epoxy ke area substrate seluas satu blok, lalu sisir dengan trowel bergigi 6 mm pada sudut 45°. Hindari mengaplikasikan lebih dari 2 blok sekaligus karena epoxy yang terlalu lama dibiarkan akan kehilangan daya rekatnya.
- Langkah 3 — Pemasangan Blok Pertama
Letakkan blok tepat pada chalk line karena posisi blok pertama menentukan kelurusan seluruh jalur. Tekan merata dari tengah ke tepi, ketuk seluruh permukaan dengan palu karet, lalu cek level.
Toleransi yang disarankan: ±1,5 mm per blok.
- Langkah 4 — Pemasangan Berikutnya dengan Sistem Interlock
Pegang blok baru dengan posisi miring ±15–20°. Masukkan slot ke slot blok sebelumnya, lalu dorong ke bawah dan ke arah blok sebelumnya secara bersamaan.
Ketuk sisi blok dengan palu karet hingga interlock terkunci. Setelah itu baru ketuk permukaan atas untuk memastikan kontak penuh dengan epoxy.
Satu hal yang tidak boleh dilangkahi:
Jangan tekan blok dari atas sebelum interlock terkunci. Slot yang rusak akibat tekanan prematur tidak bisa diperbaiki maka blok harus diganti. Gunakan selalu palu karet, bukan palu besi.
- Langkah 5 — Kontrol Kerataan
Setiap 3 blok terpasang, letakkan jidar aluminium 1 meter di atas jalur. Blok yang tidak rata harus diangkat dan dipasang ulang dengan epoxy baru. Jangan tunggu sampai epoxy mulai mengeras.
- Langkah 6 — Finishing
Isi slot sisi terluar dengan grout kuning. Ratakan hingga flush dengan permukaan blok. Pasang masking tape sebagai panduan, lalu aplikasikan sealant polyurethane di seluruh tepi kiri-kanan jalur.
- Langkah 7 — Curing
Pasang barikade dan hindari injakan minimal 24 jam. Full cure tercapai dalam 24–48 jam.
Setelah curing selesai, lakukan tap test di seluruh blok — ketuk dengan buku jari, bunyi kopong menandakan ada void yang perlu segera diperbaiki.
Point Penting
- Waktu pemasangan: pagi hari (07.00–10.00) atau sore hari (15.00–17.00). Suhu puncak siang hari memperpendek pot life epoxy secara signifikan.
- Substrate beton baru: Tunggu minimal 28 hari setelah pengecoran sebelum memasang guiding block. Beton yang masih curing melepaskan uap air yang merusak ikatan epoxy.
- Area rawan genangan: Pastikan substrate memiliki kemiringan drainase minimal 1–2%. Genangan air yang terperangkap di bawah blok mempercepat degradasi epoxy jangka panjang.
- Proteksi tambahan: Aplikasikan sealant di seluruh celah antar blok untuk mencegah infiltrasi air dari permukaan atas.
Skenario Khusus: Penggantian Blok yang Rusak
Sistem interlock membuat penggantian blok perlu dilakukan secara berurutan, maka blok tidak bisa langsung dicabut dari tengah jalur. Caranya
- Identifikasi posisi blok yang rusak dalam jalur.
- Lepas blok dari ujung jalur terdekat secara berurutan hingga mencapai blok yang rusak.
- Putus sealant tepi dan grout slot menggunakan cutter atau chisel tipis sebelum melepas blok.
- Jika blok terikat kuat dengan epoxy, panaskan permukaannya menggunakan heat gun (±60°C selama 2–3 menit) untuk melemahkan ikatan, lalu lepas perlahan dengan pahat tipis.
- Bersihkan sisa epoxy dari substrate hingga benar-benar bersih sebelum mengaplikasikan epoxy baru.
- Pasang blok pengganti menggunakan prosedur standar, lanjutkan pemasangan kembali hingga ujung jalur.
Pemahaman Pemasangan Guiding Block adalah Kunci
Dengan memahami cara pemasangan guiding block maka Anda bisa menciptakan jalur disabilitas yang fungsional dan ramah pengguna.
Untuk konsultasi produk hingga pemasangan sesuai dengan proyek Anda, Anda bisa menghubungi tim kami.


