Saat Anda ke area publik, misalnya ke stasiun atau di trotoar, Anda mungkin melihat jalur yang berbeda dari yang lainnya. Jalur ini memiliki bentuk yang unik dengan tekstur yang berbeda. Ada yang lurus dan ada yang titik-titik dan jalur inilah yang disebut jalur disabilitas.
Jalur disabilitas dibuat dari guiding block atau tactile disabilitas dan umumnya berwarna kuning cerah.
Lantas, apa itu guiding block? Apa saja fungsinya? Apakah penting untuk dipasang khususnya di area publik?
Untuk tahu lebih lengkap, cek informasi berikut ini.
Apa yang Dimaksud dengan Guiding Block?
Guiding block atau tactile paving atau ubin pemandu merupakan produk atau benda yang digunakan secara khusus sebagai jalur pemandu atau navigasi untuk penyandang disabilitas di area publik.
Dengan adanya guiding block ini, para penyandang disabilitas netra atau low vision dapat bergerak dengan lebih aman, mandiri tanpa kehilangan arah di area publik. Misalnya di stasiun, rumah sakit, pengadilan, ataupun di trotoar.
Ada 2 jenis guiding block berdasarkan motifnya, yaitu:
- Go/line type: guiding block yang memberikan instruksi atau penanda untuk terus berjalan/mengikuti jalur yang tersedia. Umumnya berbentuk garis lurus.
- Dot/spot type/warning tile: guiding block yang memberikan instruksi atau penanda untuk hati-hati atau berhenti. Memiliki bentuk titik atau bulat dan umumnya dipasang di area perempatan, belokan atau sebelum ada anak tangga.
Lantas, kenapa guiding block berwarna kuning?
Alasannya adalah untuk membantu penyandang low vision tetap bisa membedakan mana yang jalur biasa dan mana yang jalur khusus. Artinya, warna kuning ini dapat membantu meningkatkan visibilitas untuk pengguna jalan yang menyandang low vision.
Fungsi Utama Guiding Block

Guiding block atau ubin pemandu memiliki fungsi utama sebagai jalur/alat navigasi untuk memberikan aksesibilitas dan keamanan bagi penyandang tunanetra di area publik.
Jika dijabarkan, ada beberapa fungsi guiding block, yaitu:
- Sebagai penunjuk arah: dengan penggunaan pola lurus atau garis, maka Anda bisa tahu, bahwa Anda ada di jalur yang benar.
- Peringatan bahaya: pola titik-titik pada jalur difabel yang akan memberikan peringatan kepada pengguna untuk waspada atau berhenti. Umumnya di area belokan, akhir atau awal tangga, tepi peron atau area di depan pintu masuk.
- Meningkatkan visibilitas: dengan warna guiding block yang cerah, dapat meningkatkan visibilitas penderita low vision sehingga mempermudah mengenali batas jalur yang aman dilalui.
- Mewujudkan lingkungan inklusif: dengan adanya jalur disabilitas, dapat membnatu menciptakan infrastruktur yang ramah untuk semua pengguna jalan, termasuk penyandang tuna netra.
Peraturan Tentang Guiding Block di Indonesia
“Alah, pasti cuma akal-akalan kan untuk memasang guiding block!”
Tentu saja tidak!
Di Indonesia, regulasi sudah diatur.
Payung hukum utamanya adalah Undang-Undang No. 8 th 2016 khususnya pada pasal (18) dan (19). Dalam pasal tersebut, tertulis hak penyandang disabilitas untuk memperoleh aksesibilitas pada fasilitas publik. Salah satunya adalah guiding block.
Namun, selain itu, ada peraturan lainnya, yaitu:
Peraturan Menteri PUPR No. 14 th 2017
Di peraturan ini mengatur tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung. Dalam peraturan inilah, guiding block disebut sebagai ubin pemandu dengan peraturan teknis seperti:
- Penempatannya: harus ada di area jalur pejalan kaki yang menghubungkan area bangunan dan jalan.
- Ruang kosong: minimal 600 mm di sisi kanan kiri ubin sehingga pengguna tidak terbentur rintangan/benda lainnya.
- Desain jalur: dibuat selurus mungkin agar mempermudah navigasi.
Peraturan Pemerintah No. 42 Th 2020
Di peraturan ini, mengatur tentang Aksesibilitas terhadap Pemukiman, Pelayanan Publik dan Perlindungan dari Bencana. Dengan kaya lain, dalam regulasi ini menekankan jika setiap penyelenggara pelayanan publik, seperti pemerintah, wakjib untuk menyediakan saranan yang dapat mempermudah akses. Salah satunya adalah guiding block untuk area publik.
Permenpan RB No. 11 Th 2024
Regulasi ini merupakan peraturan terbaru dari Kementerian PANRB. Dalam regulasi ini, jika seluruh instansi pemerintah wajib menyediakan sarana dan prasarana iknlusif. Salah satunya adalah guiding block yang menjadi salah satu indikator utama untuk penilaian kualitas pelayanan publik yang ramah kelompok rentan.
Kesalahan Pemasangan Guiding Block
Sayangnya, walaupun sudah ada regulasi yang mengatur tentang pemasangan guiding block, masih banyak kesalahan dalam pemasangannya. Beberapa di antaranya, yaitu:
Jalur Guiding Block Terputus
Kesalahan ini sering terjadi hingga saat ini. Jalur berhenti tiba-tiba tanpa penataan yang jelas, bahkan tidak terhubung dengan jalur yang seharusnya. Misalnya langsung ke penghujung trotoar atau ke tembok.
Putusnya jalur ini dapat menyebabkan hal berikut ini:
- Menyababkan kebingungan
- Memaksa pengguna untuk berhenti lalu mencari jalur secara manual.
- Meningkatkan risiko tersesat ataupun menabrak rintangan.
Salah Menggunakan Pola
Guiding block memiliki 2 pola, yaitu go dan stop. Untuk jalur lurus harus menggunakan pola go, dan berhenti dengan pola stop.
Salah dalam pemasangan pola ini justru bisa mengakibatkan:
- Kekeliruan informasi yang diterima pengguna yang menyebabkan salah tafsir.
- Risiko kecelakaan meningkat apalagi di area yang berbahaya. Misalnya di area jalan raya yang padat lalu lintasnya.
Tertutup Objek Lainnya
Tidak sedikit yang memasang guiding block seenaknya sendiri dan tidak mempertimbangkan objek lain di sekitarnya. Misalnya tiang, rambu-rambu lalu lintas, rambu, kursi, pot tanaman ataupun tempat sampah. Alhasil, pemasangan guiding block justru mengarah langsung ke rintangan.
Akibatnya, pengguna bisa menabrak objek tersebut dan bisa saja menyebabkan kecelakaan.
Warna yang Tidak Kontras
Guiding block yang bagus dan ramah penyandang disabilitas adalah yang memiliki warna kuning. Kekontrasan ini akan membantu penyandang disabilitas netra low vision untuk tetap berjalan di jalur yang tepat.
Sayangnya, banyak guiding block yang terpasang memiliki warna yang hampir sama dengan jalur di sekelilingnya. Akibatnya, jalur susah dikenali dan dapat meningkatkan kecelakaan pengguna.
Dipasang Hanya Sebatas Formalitas
“Ah, yang penting sudah guiding block sudah terpasang!”
Masih banyak yang memiliki mindset seperti itu, padahal, pemasangan tactile disabilitas ini tidak hanya sekedar memasang.
Jika hanya sekedar memasang, guiding block hanya akan berhenti sebagai hiasan saja. Misalnya hanya di area yang jarang dilalui dan yang tidak terhibung ke fasilitas penting di area publik.
Dari kesalahan tersebut, jelas, guiding block bukan sekedar elemen tambahan untuk proyek atau area publik lainnya. Keberadaannya memiliki peran penting dalam memastikan mobilitas, keselamatan, dan kemandirian penyandang disabilitas netra di ruang publik. Jalur tactile yang dirancang dan dipasang dengan benar membantu pengguna bergerak dengan lebih percaya diri tanpa harus bergantung pada pendamping.
Lebih dari itu, guiding block mencerminkan komitmen terhadap aksesibilitas dan inklusivitas. Ruang publik yang ramah disabilitas bukan hanya memberi manfaat bagi penyandang disabilitas, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua orang. Karena itu, aksesibilitas seharusnya tidak dilihat sebagai kewajiban semata, melainkan sebagai tanggung jawab bersama dalam membangun ruang publik yang setara.
Untuk itulah, penyediaan tactile disabilitas jadi prioritas yang tak bisa diabaikan. Karena itu, tactiledisabilitas.com hadir dan akan membantu Anda menyediakan guiding block yang tepat dengan harga tactile berkualitas sesuai dengan kebutuhan Anda.
Hubungi tim kami untuk diskusi kebutuhan proyek atau permintaan penawaran.